Senin, 25 Juni 2012

Baiknya Ngapain Ketika Kita Berpuasa?


Ada yang bertanya,“Enaknya ngapain ya ketika kita berpuasa?” Wus, bukan enaknya tapi baiknya ngapain karna “enaknya” itu biasanya ngikutin hawa nafsu semata dan ujung-2nya ga ada manfaatnya, kalo “baiknya” itu ga ngikutin hawa nafsu tapi berdasarkan hal-2 yang bener dan ujung-2nya bermanfaat bagi kita. Berhubungan dengan hal-2 yang bener, pasti hanya Islam-lah karna Islam adalah agama yang membawa kebenaran.


"Adek mau ikut puasa, Kak."
Sumber: www.google.com

Allah SWT berfirman:
“Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian, mencukupkan bagi kalian nikmat-Ku, dan meridhai Islam sebagai agama kalian.” (QS Al Maidah[5]: 3)
“Okedeh, jadi baiknya kita ngapain ketika berpuasa?.”
“Ya. . .puasalah sob.”Haloo. . .udah tau kale hehehe. Tapi, masa’ puasa saja? Ada banyak cara ibadah kepada Allah, tapi dengan cara yang haq/bener.
Bismillah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, jawaban sebagai berikut, cekibrot:
1)      Bersabar
“Lha? Bersabar itu ibadah toh?.” Iya, sob. Kita harus bersabar untuk menahan rasa lapar dan haus dari waktu Imsak sampai terbenamnya matahari (jangan buka kulkas trus hehehe), bersabar menghadapi cobaan ketika berpuasa, bersabar ketika kita dimarahi orang lain saat berpuasa, bersabar ketika duit kita hilang  (pengalaman saya ini), bersabar ketika lagi ujian/tes trus kita tergoda untuk menyontek (ini pasti pernah terjadi ama teman-2), dan bersabar dari apa saja untuk menguatkan hati teman-2.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az Zumar[39]: 10)
Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan orang-2 yang bersabar adalah orang-2 yang berpuasa, karena sabar merupakan salah satu dari sekian banyak nama puasa. Oleh karena itu, orang yang berpuasa memiliki keutamaan dan kemuliaan yang hanya bisa dinilai oleh Allah. Menurut saya “sabar” disini lebih baik dijadikan nilai universal/luas, sehingga tidak hanya pas berpuasa saja kita bersabar. Apabila kita tidak berpuasa trus ga sabaran, nanti bisa-2 tiap hari berantem ama orang dua ampe tiga kali hehehe.

2)      Berbuka puasa
“Berbuka puasa? Ya iyalah masa’ ya iya dong” hehehe. Wah, pasti temen-2 seneng ini, ya kan? Gimana enggak, buka puasa jadi yang paling ditunggu. Tapi, inget kita berbuka puasa itu harus sebagai rasa syukur kita kepada Allah, bukan kita berbuka puasa karna udah ga tahan lagi menahan rasa lapar dan haus (aduh. . . itu udah termakan hawa nafsu sob). Catat ini! Bahwa kebahagiaan orang yang berbuka puasa sebagai rasa syukur merupakan ibadah sehingga di waktu itu semua do’anya akan dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Doa orang yang berpuasa pada saat berbuka akan diterima.” (HR Ibnu Majah, Al Hakim, Abu Daud Ats Thayalisi, dan Baihaqi)
Pada saat berbuka puasa, kita harus bersyukur karna diri kita akan terjauhkan dari api neraka. Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang yang berbuka puasa dari api neraka setiap malamnya.” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Thabrani, dan Baihaqi)
Do’a ketika berpuasa yang benar yang diriwayatkan dalam kitab Sunan Abu Daud dan kitab Sunan Nasa’i melalui Ibnu Umar ra yang menceritakan Nabi SAW apabila berbuka mengucapkan do’a berikut:
“Dzahabadh dhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaallaahu ta’ala.”
Artinya: “Dahaga telah lenyap dan tenggorokan telah basah serta pahala telah tetap bila Allah ta’ala menghendaki.” (Hadits ini berpredikat hasan)
Kalo do’a berbuka puasa yang “Allaahumma lakashumtu. . . dan seterusnya” itu sanad-nya dhaif/lemah, walopun memiliki syawahid yang memperkuatnya.

3)      Memberi makan kepada orang yang berpuasa
Memberi makan disini maksudnya bukan ketika orang tersebut sedang berpuasa, tapi memberi makan ketika hendak berbuka puasa. “Lalu keistimewaannya apa?” Jawabannya ada di hadits ini, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dari hasil pekerjaannya yang halal, maka para malaikat akan mendo’a-kannya sepanjang malam di bulan Ramadhan, dan Malaikat Jibril akan menyalaminya pada malam Lailatul Qadar. Barangsiapa telah disalami Malaikat Jibril, maka ia akan banyak menangis dan hatinya menjadi lunak.” Salah seorang sahabat bertanya pada Nabi Muhammad SAW,”Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang tidak memiliki kemampuan seperti yang engkau contohkan?” Rasulullah menjawab,”Maka cukup sepotong roti saja.” Sahabat itu bertanya lagi,”Jika tidak memiliki sepotong roti?” Rasulullah SAW menjawab,”Sepotong makanan.” Sahabat itu bertanya lagi,”Jika masih juga tidak memilikinya?” Rasulullah SAW menjawab,”Seteguk air susu.” Sahabat itu bertanya lagi,”Jika masih juga tidak memiliki?” Rasulullah SAW menjawab,”Maka cukup dengan seteguk air putih.” (HR Abu Ya’la, Ashhabus Sunan Al Arba’ah, dan Ibnu Hiban dalam kitab Ad Dhu’afa)
Hadits di atas memang mengatakan “berpuasa di bulan Ramadhan”,tapi (menurut saya) lebih baik menafsirkannya di semua bulan kalender Hijriah. Jadi, kalo ada yang berpuasa di luar bulan Ramadhan, kita berpahala juga ketika memberi makan. Lagipula, Allah SWT memberi keistimewaan khusus bagi orang yang berpuasa dengan menjadikan pahala orang yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa berlipat ganda setimpal pahala orang yang berpuasa.

4)      Tidak merasa terganggu dengan orang yang berbuka puasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang berpuasa itu, jika di sampingnya ada orang yang berbuka puasa, maka para malaikat akan terus memohon ampunan untuknya kepada Allah hingga orang yang di sampingnya selesai berbuka.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Maksud dari hadits tersebut, Allah memberi keistimewaan kepada orang yang berpuasa, yaitu jika ia sedang berbuka puasa, sementara di sekelilingnya banyak orang-2 yang berbuka puasa bersamanya, tetapi ia tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka di sisinya karena menghormati bulan puasa, maka para malaikat akan mendo’akannya. Nah, ga bingung kan?

5)      Menahan diri
Puasa itu menahan diri dari marah, makan, dan minum. Namun, puasa yang dikehendaki Allah bukan hanya menahan hal-2 tersebut, melainkan menahan dari segala yang dapat menodai iman alias hawa nafsu. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap mengerjakannya, maka Allah tidak butuh dengan puasanya.” (HR Bukhari)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Puasa itu bukanlah sekedar meninggalkan makan dan minum, tetapi puasa itu adalah menahan diri dari beromong kosong dan berkata kotor.” (HR Bukhari)
Nah, temen-2 yang suka berbohong dan suka ngumpat (kayak “bebek”, “sapi”, “kambing” eh jadi laper malah hehehe) berhenti deh. Karna itu akan mengurangi pahala puasa kita, jadi percuma toh kalo puasa tapi masih berbuat maksiat juga.

Itulah ibadah-2 yang baiknya kita lakukan ketika berpuasa. Tambahan juga, jangan lupa tilawah Qur’an (hapalin kalo bisa), banyak-2 berdzikir kepada Allah, banyak-2 sadaqah dan berzakat. Makanya, seperti sudah saya tulis, banyak cara beribadah kepada Allah ketika berpuasa dengan cara yang haq/bener. Kita jangan sampe lakuin maksiat pas puasa karna itu hanya mengurangi pahala kita. Inget, Allah yang menentukan seberapa besar pahala kita ketika kita berpuasa. Sebagaimana terdapat di dalam hadits Qudsi,
“Puasa itu adalah urusan-Ku, maka Aku-lah yang akan menentukan pahala.” (Hadits Shahih)
 Demikianlah yang dapat saya bahas. Apabila ada kesalahan, itu dari saya; yang benar dari Allah SWT. Semoga postingan ini bermanfaat bagi teman-2 dan saya pribadi. Terima kasih sudah berkunjung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar